. . . . . .

Alat-alat Pelengkap dalam Memproduksi Busana


Alat pelengkap adalah alat digunakan untuk membantu suatu pekerjaan dalam menggunakan mesin jahit agar lebih mudah, cepat dan hasilnya lebih rapi . alat pelengkap ini dapat dibeli tersendari seperti:
bermacam-macam sepatu mesin alat pembuat rumah kancing, dan sebagainya. Alat pelengkap ini ada yang dipasangkan untuk mesin biasa dan ada juga yang untuk mesin seba guna, untuk mesin serba guna lebih banyak alat pelengkap yang cocok, dan dapat dimanfaatkan.
Pengoperasian mesin jahit dimulai dengan langkah sebagai berikut:
a. Bukalah mesin jahit dan dipasangkan tali mesin dari pada kepala mesin, pasangkan jarum mesin ysng sesusai yang sesuai dengan bahan dan benang mesin bila yang dijahit kasar atau tebal seperti bahan blu jeans jarumnya yang besar No 15 dan benangnya juga yang kasar sehingga ada kesesuaian jarum atau benang begitu pula sebaliknya.
b. Pasangkan jarum untuk mesin biasa yang di sebelah kiri dan yang pipih menempel ke batang, kalau untuk mesin serba guna, dari depan dan yang pipih ke btang tau belakang.
c. Gulungkan benang ke kumparan sekoci dengan memakai alat penggulung yang ada dekat kepala mesin. Dan dimasukkan pada sekoci
d. Pasangkan sekoci ke rumah kumparan pada mesin
e. Mengangkat sepatu mesin dengan mengangkat tiang yang dibelakang.
f. Menaikkan benang dari kumparan sekoci.
g. Cara mengoperasikan mesin
Kalau semua sudah siap terpasang mulailah menjahit dengan cara:
a. Pasangkan benang atas mulai dari tiang benang klos pada tiang benang tarik ujung benang mengikuti saluran benang terus ke regulator dan kembali ke pengungkit dan selanjutnya melalui lobang (sengkelit) dan turunkan benang sampai masuk kelobang jarum.
b. Keluarkan benang bawah dengan cara memegang ujung benang lalu diturunkan jarum sampai kebawah dan bila jarum keluar ujung benang bawah akan terangkat keluar melalui lobang jarum. Ketegangan dan kekuatan benang bawah
c. Cobakanlah menjahit ke pada kain untuk melihat hasilnya dan akan didapatkan hasil seperti berikut. Ada tiga kemungkinan.
1) Tegangan benang atas sama dengan benang bawah ini hasil yang benar
2) Tegangan benang atas lebih kuat dari benang bawah artinya benang merentang di bagian atas.
3) Tegangan benang atas lebih lemah dari benang bawah artinya benang merentang dibawah.
Bila benang atas lemah dan banang bawah tegang maka distel pengatur benang atas atau regulator diputar untuk mengencangkan, bila benang atas tegang regulator dilemahkan bila ini tidak membuahkan hasil yang baik, periksa sekoci kemungkinan benang sekoci tidak masuk pada jepitan sekoci atau jepitan sekoci agak longgar perlu dikencangkan
Seandainya akan menjahit dengan menggunakan benang karet atau benang yang lebih kasar pasangkanlah di bawah (sekoci), kemudian longgarkanlah sedikit sekrup sekocinya selanjutnya aturlah setikan mesin yang agak lebih jarak sesuai dengan model yang akan dijahit.
terima kasih untuk okrek.com

0 komentar:

Poskan Komentar