. . . . . .

Dasar-Dasar Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja



 Mengapa sebagian besar orang khawatir dengan kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja. Kesehatan barasal dari kata sehat. Sehat menurut World Health Organization (WHO) Health is state of complete physical, mental and social wellbeing and not merely the absence of disease and infirmity. Sehat menurut “Hanlon” mencakup keadaan pada diri seseorang secara menyeluruh untuk tetap mempunyai kemampuan melakukan tugas fisiologis maupun psikologis penuh. UU no 9 tahun 1960, tentang pokok-pokok kesehatan, pasal 2, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan ialah: meliputi kesehatan badan, rohaniah (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan-kelemahan lainnya. Melalui upaya kesehatan yaitu: upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan serta upaya penunjang yang diperlukan. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sehat tersebut mencakup:

1. Sehat secara jasmani
2. Sehat secara mental/rohani
3. Sehat secara sosial
 
- Sehat secara jasmani dapat dilihat secara physical (penampilan), yaitu :
a) Dapat melakukan aktifitasnya dengan baik, misalnya: makan, minum, berjalan dan bekerja.
b) Penampilannya baik, misalnya: cara berpakaian, cara berbicara, atau cara berdandan.
c) Dapat menggunakan sarana dan prasarana kerja dengan baik (sesuai aturan).
 
- Sehat secara mental/rohani dapat dilihat dari bagaimana seseorang :
a) Menentukan prioritas dengan memilah-milah apa saja yang benar-benar berguna dalam hidupnya
b) Menghargai dan memberi hadiah diri sendiri atas tindakan, sikap dan pikiran yang positif.
c) Menjalankan hidup kerohanian secara teratur.
d) Mengasihi sesama dengan memberi bantuan baik dalam bentuk nasehat/moril atau materil.
e) Berpikir kedepan dan mencoba mengantisipasi bagaimana cara menghadapi kesulitan.
f) Berbagi pengalaman dan masalah dengan keluarga atau teman.
g) Mengembangkan jaringan sosial atau kekeluargaan.
 
- Sehat secara sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
a) Urbanisasi
b) Pengaruh Kelas Sosial
c) Perbedaan Ras
d) Latar Belakang Etnik
e) Kekuatan Politis
f) Faktor Ekonomi

 Keselamatan berasal dari kata dasar selamat. Selamat: terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun (W.J.S Poerwadarminta) Keselamatan : Keadaan perihal terhindar dari
bahaya, tidak mendapat gangguan, sehat tidak kurang suatu apapun.Pekerja terkadang tidak merasa bahwa keselamatan dan kecelakaan itu saling bersinggungan, di dalam bekerja harus selalu berfikir bagaimana kita mengantisipasi agar dapat mengurangi resiko kecelakaan. Lakukanlah sesuatu dengan mengharapkan keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Keselamatan dalam menangani bahaya atau resiko sesuai dengan S O P. Keselamatan dalam menggunakan peralatan dan melakukan sesuatu pekerjaan dengan keadaan yang sehat dan sesuai dengan S O P.
 Jadi yang dimaksud dengan keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan peralatan, tempat kerja dan lingkungan, serta cara-cara melakukan pekerjaan. Tempat kerja meliputi darat, laut, dalam tanah dan air, serta di udara. Keselamatan kerja menjadi salah satu aspek yang sangat penting, mengingat resiko bahayanya dalam penerapan teknologi. Keselamatan kerja merupakan tugas semua orang yang bekerja, setiap tenaga kerja dan juga masyarakat pada umumnya. Setiap orang dituntut untuk dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan keahlian masing-masing. Siswa merupakan aset yang paling berharga bagi sekolah. Oleh karena itu agar siswa dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, maka setiap siswa harus waspada dan berusaha agar selalu dalam kondisi kesehatan yang baik pula.
Tujuan kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja adalah:
1. Melindungi para pekerja dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat kecerobohan pekerja/siswa.
2. Memelihara kesehatan para pekerja/siswa untuk memperoleh hasil pekerjaan yang optimal.
3. Mengurangi angka sakit atau angka kematian diantara pekerja.
4. Mencegah timbulnya penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh sesama kerja.
5. Membina dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental.
6. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada ditempat kerja.
7. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.

0 komentar:

Poskan Komentar